Minggu, 23 Juni 2019

"SI PEREMEH ITU BERWATAK DUMEH" By Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet 42: Seni Budaya Nusantara
Senin, 24 Juni 2019 - 06:16 WIB

Image "Ki Slamet 42 (Foto:SP)
Ki Slamet 42
“SI PEREMEH BERWATAK DUMEH”
By Ki Slamet 42
Selorohmu seakan kau saja yang terpintar
Berujar kata bahwa kau yang paling benar
Jika beda dengan pikirmu yang tak benar
Maka kau menjadi marah bertutur kasar

Dalam pikir dan rasamu kau saja terbesar
Kepada siapa pun kau selalu berkoar-koar
Tiada ada yang bisa sebanding dalam gelar
Bersikap jumawa pikirpun berputar-putar

Mencemooh semua orang dianggap bodoh
Suka sekali meleceh vulgarlah berseloroh
Berlaku tergopoh-gopoh amatlah ceroboh
Jalan dongak tak takut kesandung roboh

Si Peremeh itu memang berwatak dumeh
Orang lain selalulah saja dianggap remeh
Bersikap ankonsisten mencelah-menceleh
Ya, Peremeh memang aneh suka nyeleneh

—KSP42—
Sabtu, 23 Juni 2019 – 08:30 WIB
Kp. Pangarakan, Lido – Bogor
 


Jumat, 21 Juni 2019

"NYANYIAN ALAM" By Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet 42 : Budaya Nusantara
Sabtu, 22 Juni 2019 - 10:18 WIB

Image "NYyanyian Alam" (Fto:SP)

“NYANYIAN ALAM”

By Ki Slamet 42


Gemuruh bunyinya air kali Sadane
Suara gemerisik daun-daun bambu
Bunyi orong-orong di pohon jambu
Terus berkumandang mendalu-dalu
Di kebun belakang rumah kecilku

Suaranya begitu keras menggema
Bagai alunan komposisi nada-nada
Serupa nyanyian alam indah rupa
Menguaklah sepi di malam gulita
Cerita tentang kehidupan dunia

Lewat jalan setapak batang bambu
Aku pun menuruni tebing Sadane
Di atas sebongkah batu hitam dalu
Aku berbaring tatap ke langit biru
Di angkasa cahaya lintang berkilau

Sang Dewi Malam bersinar terang
Sejukkan hati gundah nan bimbang
Sirnakan rasa berang nan kepalang
Kepada sang petenteng-petantang
Orang yang selalu maunya menang

Dan sinar bulan nan terang indah
Menghilangkan perasaan gundah
Terhadap manusia tamak serakah
Yang terus memanjakan marwah
Seperti nyamuk penghisap darah


—KSP42—
Sabtu, 22 Juni 2019 - 08:22 WIB
Bumi Pangarakan, Lido – Bogor