Minggu, 01 Februari 2015

"PUISI KENANGAN SLAMET PRIYADI"

"KENANGAN CINTA YANG TERSISA"
Karya: Denmas Priyadi
Ku kuak juga kenangan ini meskipun terasa sakit
Lewat baris  kata-kata nan bersahaja puisi berbait
Saat kita berdua  berjalan di pinggiran parit keruh
Di Angkasa Puri tahun sembilan belas tujuh tujuh
Dan,  jari  jemari  kita saling menggamit erat kukuh
Tiada kata-kata yang terucap ataupun tegur sapa
Hanyalah  tatapan  mata  dan hati  kita lirih bicara
Bercerita tentang mahligai rumah tangga bahagia
Yang akhirnya  sirna pupus tak jelma dalam nyata
Pecah berbongkah-bongkah Cuma kenangan sisa
Hingga kini kenangan itu masih saja menggodaku
Masih  terus  mengganggu jiwaku di setiap waktu
Merobek,  mengoyak-ngoyak  hati dan jantungku
Sukmaku  keloro-laro,  luka  terasa  semakin  perih
Semakin  pedih  sebab cita-cita itu tak bisa terraih
Bongkah-bongkah kenangan itu semakin membaka
Jadi batu  prasasti bertulis kenangan lama cinta kita
Tentang tujuan cinta yang tak pernah menjadi  nyata
Tentang  cita-cita  mahligai  rumah tangga yang sirna
Dan aku hanya bisa menerima dengan ikhlas dan rela
Kehidupan memang laksana irama, garis dan warna
Merah,  kuning,  biru,  hijau, indah dipandang mata
Terkadang  sedih  menangis  kadang  riang  tertawa
Dan,  semuanya  itu  adalah  rentang  jalan panjang
Tentang  lakon  hidup  manusia  laksana  wayang 
Utan Kayu Selatan,
21 Desember 2014/03:35 WIB

Denmas Priyadi Blog: "INILAH KARYAKU": "PUISI KENANGAN SLAMET PRIYADI": Image "Lutfiah Bastiani " "KENANGAN CINTA YANG TERSISA" Karya: Denmas Priyadi Ku kuak juga kenangan i...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar